Minggu, 22 Januari 2017


A. DEMOGRAFIS

1. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Sementara pertumbuhan penduduk di Indonesia berkisar antara 2,15% pertahun hingga 2,49% pertahun. Tingkat pertumbuhan penduduk seperti itu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu: kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi).
Peristiwa kelahiran di suatu daerah menyebabkan perubahan jumlah dan komposisi penduduk, sedangkan peristiwa kematian dapat menambah maupun mengurangi jumlah penduduk di suatu daerah. Mengurangi bagi yang ditinggalkan dan menambah bagi daerah yang didatangi. Selain penyebab langsung seperti kelahiran, kematian dan migrasi terdapat penyebab tidak langsung seperti keadaan social, ekonomi, budaya, lingkungan, politik dsb.
Jadi apabila pertubuhan penduduk di Indonesia tahun 1990 sebesar 2,15% pertahun diperlukan investasi sebesar 2,15 kali 4 sama dengan 8,6% pertahun. Sedangkan tingkat pertumbuhan GNP di Indonesia pada tahun yang sama hanya mencapai 4% pertahun. Defisit antara kemampuan dan kebutuhan sebesar 8,6%-4%=4% ditutup pinjaman dari luar negeri. Hal tersebut pula lah yang menyebabkan utang indonesia membengkak sampai sekarang ini.

2. Penyebaran Penduduk Yang Tidak Merata

Penyebaran penduduk yang tidak merata yang menyebabkan daerah tertentu menjadi padat seperti Jakarta, Bekasi, Bandung dan kota lain di Indonesia yang tidak meratanya penyebaran penduduk.
Hal ini juga didukung dengan warga yang berbondong-bondong datang ke Ibukota pada musim mudik lebaran. Yang menambah kepadatan ibukota, mungkin apabila mereka memiliki keahlian yang bisa digunakan untuk bertahan hidup di ibukota. Tapi beberapa dari orang tersebut malah tidak memiliki keahlian untuk bertahan hidup di ibukota, alhasil mereka menjadi masalah baru di ibukota seperti menambah tingkat kemiskinan, pengangguran, kejahatan dan lainya.

Faktor yang mempengaruhi penyebaran penduduk tidak merata yaitu :
  1.  Kesuburan tanah, daerah atau wilayah yang ditempati banyak penduduk, karena dapat dijadikan sebagai lahan bercocok tanam dan sebaliknya.
  2. Iklim, wilayah yang beriklim terlalu panas, terlalu dingin, dan terlalu basah biasanya tidak disenangi sebagai tempat tinggal
  3. Topografi atau bentuk permukaan tanah pada umumnya masyarakat banyak bertempat tinggal di daerah datar
  4. Sumber air
  5. Perhubangan atau transportasi
  6. Fasilitas dan juga pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dll.

B. NON DEMOGRAFIS

1. Tingkat Kesehatan Penduduk yang Rendah

Kesehatan penduduk masih menjadi momok di indonesia, dimana segelintir orang yang memiliki kekayaan dapat dengan mudahnya memperoleh akses kesehatan. Dan disisi lain rakyat miskin dilarang sakit, karena susah untuk mendapatkan akss kesehatan.
Dalah hal ini kesehatan yang akan menjadi sorotan bagaimana gambaran tingkat kesehatan adalah angka kematian bayi. Besarnya kematian yang terjadi menunjukan bagaimana kondisi lingkungan dan juga kesehatan pada masyarakat.
2. Pendidikan Yang Rendah
Dari UU yang dikeluarkan pun terlihat bahwa wajib belajar penduduk Indonesia masih terbatas 9 tahun sementara negara lain bahkan menetapkan angka lebih dari 12 tahun dalam pendidikannya. Namun bagi Indonesia sendiri, angka 9 tahun pun belum semuanya terlaksana dan tuntas mengingat banyaknya pulau di Indonesia yang masih belum terjangkau oleh berbagai fasilitas pendidikan. Dari HDI (Human Development Indeks) tahun 2011 pun rata-rata pendidikan bangsa Indonesia masih pada angka 5.8 tahun. Dari sini pun sudah terlihat bagaimana tingkat pendidikan di Indonesia.

3. Banyaknya Jumlah Penduduk Miskin

Penduduk miskin, juga berhubungan dengan kesehatan dan pendidikan yang layak. Kemiskinan juga menjadi salah satu masalah yang melanda Indonesia. Walau Indonesia bukan termasuk negara miskin menurut PBB namun dalam kenyataannya lebih dari 30 juta rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Yang lebih disayangkan lagi, Indonesia merupkan negara yang kaya akan sumber daya alam yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi sungguh memprihatinkan ketika meihat bagaimana kemiskinan menjadi bagian permasalahan di negeri yang kaya ini.
Secara garis besar penurunan jumlah warga miskin memang terlihat signifikan. Hal ini juga dibenarkan oleh beberapa pakar yang mengamati penurunan ini. namun, angka 30 juta masih menjadi permasalahan sendiri mengingat adanya berbagai tujuan global yang akan di capai tahun 2015.
Selain kemiskinan, masalah lain adalah kesenjangan sosial menjadi terlihat jelas di Indonesia. Kaum konglomerat menjadi penguasa namun pemerintah diam saja dengan kemiskinan yang ada. tidak mengherankan apabila negara Indonesia memiliki jumlah rakyat miskin yang cukup banyak.
Kemiskinan disebabkan juga karena pendidikan yang rendah yang menyebabkan rakyat indonesia tidak bisa menikmati hasil kekayaan bumi pertiwi ini, banyak pihak asing yang sengaja mengambil kekayaan negeri ini yang membuat rakyatnya menderita alhasil kemiskinan pun ada.

Kebijakan dan Upaya Pemerintah Mengatasi Masalah Kependudukan

A. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan untuk menanggulangi permasalahan ini, yaitu : 
1. Mencanangkan Program KB (Keluarga Berencana)
Melalui pendekatan pendidikan dan mengenalkan berbagai alat kontrasepsi pada usia subur, pemerintah mengusahakan agar menekan pertumbuhan penduduk yang sangat cepat
2. Undang-Undang Perkawinan
Pemerintah membuat undang - undang tersebut untuk mengatur usia minimal seseorang untuk menikah
3. Pembatasan Pemberian Tunjangan
Pemerintah membatasi tunjangan anak bagi PNS/ABRI maksimal sampai anak kedua

B. Upaya dan Usaha Pemerintah

1. Masalah Kepadatan Penduduk
Pemerintah mengatasinya dengan cara : Program Transmigrasi, Pembangunan fokus di Wilayah Timur

2. Tingkat Kesehatan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara :
a) Pembangunan fasilitas kesehatan seperti PUSKESMAS dan Rumah Sakit Umum
b) Pelayanan kesehatan gratis dengan JAMKESMAS maupun JAMKESDA


3. Tingkat Pendidikan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara : 
a) Penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap dan merata di semua daerah di Indonesia.
b) Penciptaan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja
c) Peningkatan kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen) di lembaga pendidikan milik pemerintah
d) Penyediaan program pelatihan bagi para pengajar dan pencari kerja
e) Mempelopori riset dan penemuan baru dalam bidang IPTEK di lembaga- lembaga pemerintah.

4. Tingkat Pendapatan Rendah
Pemerintah mengatasinya dengan cara : 
a) Penciptaan perangkat hukum yang menjamin tumbuh dan berkembang- nya usaha/investasi, baik PMDN ataupun PMA.
b) Optimalisasi peranan BUMN dalam kegiatan perekonomian, sehingga dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja.
c) Penyederhanaan birokrasi dalam   perizinan usaha. Pembangunan/menyediakan fasilitas umum (jalan, telepon) sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi.


FENOMENA MUDIK DI INDONESIA MENURUT KACAMATA SOSIOLOGI

source: Maxmanroe.com


Mudik, pada awalnya merupakan istilah yang digunakan oleh orang-orang Jawa, yang kemudian menjadi populer ditelinga masyarakat Indonesia. Ada yang menduga istilah ini berasal dari kata "udik" yang berarti arah hulu sungai, pegunungan, atau kampung/desa. Orang yang pulang ke kampung disebut "me-udik", yang kemudian dipersingkat menjadi mudik. Jadi pada esensinya, pengertian kata mudik itu adalah (orang-orang yang tinggal di kota) yang berlayar ke hulu sungai, pulang ke kampung. Di Sumatera Utara, istilah yang digunakan masih lebih akrab dengan "pulang kampung".
Beberapa tahun belakangan ini, mudik menjadi satu fenomena sosial-keagamaan yang menarik untuk diperbincangkan, karena telah menjadi tradisi yang fenomenal di lingkungan umat Islam Indonesia, terutama pada hari-hari lebaran. 
Fenomena mudik ini kalau diruntutkan merupakan sebuah mata rantai yang terjadi sebagai hasil masyarakat ( umat islam ) dalam menyikapi fenomena lebaran. Dimana adanya pergeseran makna mengenai lebaran atau dalam agama dinamakan Idul Fitri menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.  Dari segi waktunya lebaran tidak hanya pada 1 dan 2 Syawal saja, tetapi sepanjang bulan, bahkan bisa berlangsung sampai bulan berikutnya. Dalam waktu yang relatif panjang itu lah umat Islam di Indonesia berlebaran; berhalal bi halal atau bersilatur-rahmi ke tetangga, sanak-famili, dan handai-tolan sambil saling meminta /memberi maaf, serta melaksanakan ziarah ke kuburan para leluhur dan anggota keluarga yang sudah lebih dahulu meninggal. Orang-orang kota yang berasal dari udik, tentu saja merasa tidak afdal jika kegiatan halal bi halal hanya dilakukan di kota, karena sebagian besar sanak-keluarga dan kuburan leluhurnya ada di udik. Setidaknya ada empat hal yang menjadi tujuan orang untuk melakukan mudik dan sulit digantikan oleh teknologi :1. Mencari berkah dengan bersilaturahmi dengan orangtua, kerabat, dan tetangga.2. Terapi psikologis 3. lebaran untuk refreshing dari rutinitas pekerjaan sehari-hari 4. Mengingat asal usul 5. Unjuk diri, bahwa mereka telah berhasil mengadu nasib di kota besar. Untuk itu mudik menjadi satu keharusan dan menjadi bagian dari tradisi lebaran di negeri ini. Suatu tradisi yang cukup unik, hanya menjadi milik umat Muslim Indonesia.
Tradisi mudik menjadi sangat fenomenal, hal ini terkait dengan politik pembangunan. Ternyata selama ini kota menjadi lumbung uang yang cukup menggiurkan, sedangkan desa-desa dibiarkan miskin dan tertinggal. Karenanya arus urbanisasi mengalir deras demi mendapatkan kehidupan yang layak. Kaum urban inilah yang kemudian rame-rame mudik lebaran. Mereka menjadikan hari lebaran sebagai musim mudik, karena hanya inilah moment yang tersedia, sebab di hari lain mereka sangat sibuk dengan pekerjaan – pekerjaan mereka di kota. Selain itu alasan orang untuk melakukan mudik sangat bervariasi ada yang beralasan untuk melepas rindu kepada sanak-saudara, melepas kepenatan, menunjukkan kesuksesan di kota, mendidik anak dengan kehidupan desa, atau mungkin sekedar refreshing menghindar sebentar dari hiruk-pikuk kebisingan kota serta kecemaran udara oleh asap mesin dan debu.
Sementara mudik dapat dikatakan sebagai perilaku sosial, sekilas tampak sebagai sebuah euforia publik dalam mencapai keberhasilan ekonomi di perantauan. Sehingga pulang kampung menjadi pertanda bagi dirinya akan sebuah kesuksesan. Begitu pula halnya bagi penilaian masyarakat di kampung halaman, mereka yang pulang dari tanah rantau, cenderung dinilai sebagai seseorang yang sukses dalam mencari rezeki. Akan berbeda dengan sebaliknya, mereka yang tidak mudik atau tidak pulang ke kampung halaman di hari raya idul fitri akan dianggap gagal dalam merantau. Fenomena mudik sering dijadikan sebagai media untuk menunjukkan sukses di kota. Status sosial yang diperoleh perlu diketahui oleh sanak-keluarga. Maka mereka pun ikut mudik dengan kendaraan sendiri. Mereka datang dengan mobil pribadi, walau harus menyewa dari rental. Mereka rela mengeluarkan uang banyak untuk menyewa mobil demi prestis yang ingin didapat. Jadi inilah fenomena mudik, menjadi tidak sekedar beridul fitri, tetapi juga menjadi ajang pamer keberhasilan mereka mengais rejeki di tanah perantauan.


Sabtu, 11 Juni 2016

Visited Places

1. Tanjung Lesung

Tanjung Lesung is nestled in the West Coast area of Java, in the Banten Province. Beaches on this coast is known to be some of the best as they offer good surf, calm swimming spots, considerably healthy reefs, and white inviting sand. I went here in middle 2014 with my big family by a car. It was only 3 hours car ride away from bustling Jakarta and a short 30-minutes from Carita. They provide some water sports, like banana boat, motor ski, and many more. I only took banana boat because it was crowded at the time. We stayed for a night because the hotel costed much money, but it was worth with the private beach and the swimming pool.  The distance between beaches and horel is not really far, about 500 m without rides. I didn't take many pictures because I focused on enjoying the view (it was calminggg seriously).
My brother pulled up his pants highly like there was a big wave coming toward us
No edit 

With edit

2. Bali
Yeah it's bali, the island of Gods (but not my God ok). Last year, I visited Kuta Beach, Nusa Dua, Pandawa Beach, Kedonganan, Tanah Lot, and Joger (for shopping ofc). I didn't stay for long in Kuta because there was so many peopleee. In Nusa Dua, I visited Tanah Lot, and luckyly it was receding at the time so I could pass the beach. I didn't explore Tanah Lot largely, it was sunny and I'd like to just be shady. In Kedonganan, I had a candle light dinner with my family. I forgot the restaurant's name, but the seafood was really good (although it was expensivee). Last, I bought some souvenir in Joger. The t-shirt is really nice with an unique words. I bought some food too in Krishna, milk pie, Bali peanuts, etc. (I dont really remember sorry).





3. Sawarna Beach
Banten most visited beach. Reaching 65 km long coastline dotted reefs and white sand. I came here 2 years ago. To get to the beach we had to go through fly over and took an ojek because it was long enough to take a walk. I arrived at afternoon and I didn't stay for the sunset because the way home was dangerous when night came. Right there, I took some pictures, and rested under the tree. It was sunny at the moment. Many people swam, but I didn't because I had no cloth anymore. So i just enjoy the view and eat seafood in a stand near the beach.
please just ignore my face.



Bali's Holiday Package (Tourism Task)


TRANSPORT JAKARTA (CGK)-BALI (DPS)
May 5, 2016
Lion Air (11.30 WIB – 14.20 WITA)
  IDR 423.000 included tax
  Facility : baggage up to 20 kg
Taxi (Airport to Hotel)
  Blue Bird taxi (Denpasar – Legian)
  About 30 minutes with traffic

  IDR 45.000 – 55.000

HOTEL
Hardys Rofa Hotel & Spa
Nakula Timur Street No. 9, Legian, Indonesia 80361
Nearby places : Istana Kuta Galeria, Konsulat Brasil (Honorary Consulate), Konsulat Belanda (Honorary Consulate), Kendra Gallery 



DAY 1
14. 20 Landing on Ngurah Rai International Airport
16.30 Check in Hardys Rofa Hotel & Spa
17.30 Catch sunset at Kuta Beach (Motorcyle – IDR 55.000/day) 10 minutes from hotel
19.00 dinner at Kemayangan 10 minutes from Kuta
  Crab : salted egg crab, black crab, red   crab, boiled crab, buttered crab
    Promo (170IDR/serving), med   (32IDR/ons), big (40IDR/ons)
21.00 Back to hotel
Budget of the day = IDR 235.000

DAY 2
08.00 Having a breakfast
09.30 Arrived at Pandawa Beach
  Entry Fee
  Local Visitor: IDR 4,000/per
  Motorcycles: IDR 1,000
  Car: IDR 5.000
   Bus: IDR10,000

12.30 Lunch at d’Sambal (IDR 50.000/per)
15.00 Arrived at Bedugul
Entry Fee 
  Adult: IDR10.000/per

  Child: IDR 7.500/per

17.00 Arrived at Tanah Lot (catching sunset)
  Entry Fee  
  IDR 10.000/per
  IDR 5.000 Parking
19.30 Having dinner at Jimbaran (IDR 200.000/serving)
21.30 Back to Hotel
Bugdet of the day = IDR 344.000

DAY 3
07.30 Have a breakfast
09.00 Arrived at Tanjung Benoa (Motorcyle)
  Parking fee : car (5k), motorcycle (free)

12.00 Have a lunch at Kendi Kuning (IDR 75.000/per)
14.00 Arrived at Uluwatu Tample
  Parking fee : Bus: IDR 10.000
  Car: IDR 2.000
  Motorcyle: IDR 1.000

  Temple Entry fee
  Adult: IDR 15.000/per
  Child: IDR 7.500/per
Uluwatu
17.00 Arrived at Joger (Shopping)
Joger
19.00 Dinner at Bali Sea Café Kedonganan
  (IDR 200.000/serving)

21.00 Back to hotel

Budget of the day = IDR 1.071.000

LAST DAY 
07.30 Having a breakfast
08.30 Shopping at Krisna
Krishna
10.30 Arrived at Hotel + Packing
11.00 Check Out Hotel
12.00 Arrived at Ngurah Rai International Airport (Check In)

TRANSPORT BALI (DPS)-JAKARTA (CGK)
May 8, 2016
Air Asia (12.45 WITA –  13.25 WIB)
  IDR 415.800 included tax
  Facility : baggage up to 15 kg


Minggu, 24 Januari 2016

Analysis of Silence of Love's Ads (Thai Life Insurance)




Question :

1. Why the advertisment show a daughter and her father? Message from the advertismet?
Because usually a father and a daughter were having a deep connection for each other. A father was sometimes be a man figure fo his daughter and  a daughter could remind her father to his wife.
The message is as a father, he has a responsibility to protect his daughter and one of the way to protect his daughter is by insurance their health.
2. Why for the insurace's ads, the ads is showed by sad shades? (Fear) If yes, then explain!
The ads wants to create a touching moments through the story line. It's like the ads saying that if you didn't want to ended up like what the ada showed  then use the insurance.
3. Why in this advertisment use the poor people? (While an insurance was mostly intended for suffiency people)
You can see the part when the deaf man (a father) said to a doctor to take all his money and even his house to safe his daughter. This ads tells you that if this situation happened to you (audiance) then you don't have to sell your house and lost your money. Just count on this insurance.

Jumat, 22 Januari 2016

Filosofi Kacamata


Oleh Farakh Khoirotun Nasida

Kotak hitam kelam itu masih ada di dekat jendela
Mengintip datangnya fajar dan menunggu pulangnya senja
Menanti hujan mereda dan pelangi yang datang setelahnya
Pelangi? Ah, ya. Ia begitu menantinya

Ia sudah terlalu lelah berdiri di tepian jendela
Sementara debu semakin menebalkan diri di atasnya
Serta hembusan angin meniupkan sepi
Ia masih tenggelam dalam bisunya

Kemarin ia berbincang denganku, sepatu tua di sudut meja
Ada benda yang bersemayam dalam gelapku ini, katanya
Benda usang yang enggan lagi dipergunakan sang empunya
Sementara ia masih mengharapkan pelangi datang setelahnya

Ia adalah sepasang lensa yang  sama sekali berbeda
Kanan lebih tebal dari sebaliknya
Tak seperti aku yang harus selalu sama
Aku ingin memandang pelangi bersama pemilikku lagi, katanya

Sementara aku telah lupa bagaimana rasanya dicinta

Benarkah harus selalu sama untuk saling melengkapi?

Kamis, 21 Januari 2016

Analysis Pentene's Ads


Story line of this ads:
1. There was a little girl who wants to play a violin but she is deaf.
2. She always be bullied by her friends.
3. There was an old man, he was playing a violin too.
4. The girl wants to play violin again.
5. The girl told her condition to the old man.
6. The old man give her motivation and another violin for her.
7. The girl follows a competition.
8. A girl who likes to bullied her is also joining the competition.
9. Finally the deaf girl win the competition because of the shampoo (Pentene) makes her hair shine.

So what's the connection between the story line with the shampoo product and the statement of "you can shine"
> From the first, she's not using pentene so she's not confident and by using pentene she can shine and feel cofident. We can see it when her hair whipping and shining on her performance. And with pentene her hair looks perfect. It's different from her rival because her rival's hair is tied up and looks not shining. Because a shining hair is looked when the hair is parsed.